P5 Gaya Hidup Berkelanjutan : Dengan Tema Daur Ulang Sampah Anorganik

Krian, 10 Mei 2025 — Sebagai bentuk implementasi Kurikulum Merdeka, SMP Al-Huda Krian menyelenggarakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan, fokus pada Daur Ulang Sampah Anorganik. Kegiatan ini dilaksanakan pada [tanggal kegiatan] dan diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX.

Melalui program ini, sekolah ingin menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sejak dini, khususnya terkait pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tema daur ulang dipilih karena relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, di mana sampah anorganik seperti plastik dan logam terus menjadi persoalan serius.

Edukasi Lingkungan dan Aksi Kreatif Siswa

Kegiatan P5 bertema daur ulang ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya:

  • Workshop Daur Ulang Sampah Anorganik: Siswa mempelajari cara memilah, membersihkan, dan mengolah sampah plastik, kertas, dan logam menjadi produk bermanfaat.

  • Kreasi Daur Ulang: Siswa membuat aneka kerajinan tangan seperti pot bunga dari botol bekas, tempat pensil dari kaleng, dan dekorasi kelas dari plastik daur ulang.

  • Pameran Hasil Karya: Produk kreatif siswa dipamerkan di halaman sekolah sebagai bentuk apresiasi dan edukasi bagi seluruh warga sekolah.

  • Kampanye Lingkungan: Siswa membuat poster dan slogan untuk mengajak masyarakat sekitar menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Tujuan Kegiatan

Kepala SMP Al-Huda Krian, [Drs. Mohamad Saprin], menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata sekolah dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi berpikir kritis, gotong royong, mandiri, dan peduli lingkungan.

“Kami berharap siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga menerapkan langsung sikap peduli lingkungan. Program ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kolaborasi dan Dampak Positif

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari para guru sebagai fasilitator, serta peran aktif dari orang tua siswa yang turut berkontribusi menyediakan bahan daur ulang dari rumah. Dengan kegiatan ini, sekolah berharap terbentuk budaya sadar lingkungan yang konsisten, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Dokumentasi Kegiatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *